Memamerkan Kemesraan di Medsos Dapat Memperburuk Hubungan

Memamerkan Kemesraan di Medsos Dapat Memperburuk Hubungan

Memamerkan Kemesraan di Medsos Dapat Memperburuk Hubungan – Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Sebagai pasangan kekasih, mengunggah kemesraan di media sosial adalah hal yang wajib di era sekarang. Pasalnya, media sosial adalah tempat untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Terlebih, mendapatkan predikat couple goals juga kadang kala jadi harapan tersendiri. Namun, kamu harus tahu kalau sebenarnya unggah kemesraan itu tak selalu baik. Sebab, hal itu bisa saja memperburuk hubungan cintamu dengan si dia.

1. Potret yang ditampilkan palsu

5 Alasan Mengumbar Kemesraan di Medsos Hanya Memperburuk Hubungan

Hubungan yang di tampilkan di media sosial sering kali tidak sama seperti aslinya. Kebanyakan yang di tampilkan hanyalah demi konten. Satu kali banyak yang menyukai potret atau video kemesraan yang membuat kalian akan melakukannya lagi dan lagi.

Akhirnya mau bahagia atau tidak, semua yang di tampilkan hanya demi konten. Gak ada kebahagiaan yang dirasakan seutuhnya. Bahkan, ketika kalian bersama juga, masing-masing dari kalian hanya sibuk dengan gawai dan membicarakan konten selanjutnya.

2. Mengunggah hanya karena ingin di anggap pasangan bahagia
5 Alasan Mengumbar Kemesraan di Medsos Hanya Memperburuk Hubungan

Siapa yang gak ingin di anggap sebagai pasangan yang bahagia atau couple goals? Kamu dan pasangan pasti menginginkannya. Bahkan, banyak pasangan kekasih yang berlomba-lomba untuk mendapatkan predikat itu.

Kalian hanya mengunggah kebersamaan bukan murni karena ingin membagi kebahagiaan berdua, tapi hanya ingin orang-orang melihat seberapa serasi dan bahagianya hubungan kalian.

3. Kamu dan dia akan lebih fokus untuk menampilan kebahagiaan hubungan di media sosial saja
5 Alasan Mengumbar Kemesraan di Medsos Hanya Memperburuk Hubungan

Terus menerus mengunggah kemesraan kalian di media sosial hanya akan membuat kalian fokus untuk menampilkan kualitas kisah asmara kalian di dunia maya saja. Di kehidupan nyata, semua kebahagiaan itu gak ada sama sekali.

Terjadi pertengahan, drama, dan masalah gak pernah di pedulikan. Bagi kalian yang terpenting adalah anggapan orang-orang. Konten menjadi nomor satu hingga membuat kalian seperti terpaksa menjalin hubungan ini.

4. Ada pandangan buruk tentang batasan hubungan yang kalian miliki
5 Alasan Mengumbar Kemesraan di Medsos Hanya Memperburuk Hubungan

Meski ada banyak yang mengatakan kalau kalian couple goals, tapi ada juga beberapa yang memandang sebaliknya. Semakin kalian umbar kemesraan di media sosial, makin banyak juga yang memandang hubungan kalian terlalu intim.

Gak ada batasan di dalamnya. Orang-orang pun akan berpikiran negatif. Mereka bisa saja menilai kalau hubungan yang kalian jalani ini terlalu buruk dan gak bagus untuk di jadikan contoh.

5. Jejak digital sulit di hapus
5 Alasan Mengumbar Kemesraan di Medsos Hanya Memperburuk Hubungan

Ingatlah, hubungan tak selalu bahagia saja. Ada kalanya kalian akan menemukan masalah dan drama pertengkaran. Jika berlarut-larut, maka hubungan akan berakhir juga.

Ketika hubungan sudah gak bisa di kendalikan lagi, kamu akan kesal dengan media sosial yang selalu menampilkan kebahagiaan kalian. Padahal, memang kenyataannya tidak seperti itu. Selalu ada jejak digital, meski kamu telah menghapusnya.

Kemesraan di hubungan adalah hal yang wajar, tapi nikmatilah berdua saja. Jangan unggah kemesraan kalian, jika tidak kalian inginkan. Sebab, semua hal di atas bisa saja kalian alami.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang di bangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content“.

Media sosial merupakan sebuah media berbasis kecanggihan teknologi yang di klasifikasikan dari berbagai bentuk, seperti majalah, forum internet,  weblog, blog sosial, microblogging, wiki, siniar, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial.

Dengan menerapkan satu set teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure), Kaplan dan Haenlein menciptakan skema atau klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial (di sampaikan dalam artikel Horizons Bisnis yang di terbitkan sepanjang tahun 2010). Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial, yang dapat di lihat sebagai berikut.