Lima Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Setelah Berumah Tangga

Lima Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Setelah Berumah Tangga

Lima Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Setelah Berumah Tangga – Rumah tangga terdiri dari satu atau lebih orang yang tinggal bersama-sama di sebuah tempat tinggal dan juga berbagi makanan atau akomodasi hidup, dan bisa terdiri dari satu keluarga atau sekelompok orang. Pernikahan sering di anggap sebagai proses final dari sebuah jalinan asmara. Orang sering berpikir demikian, sehingga pada praktiknya banyak yang mengeluh pernikahan itu tak seindah dari yang di bayangkan.

Rumah tangga adalah dasar bagi unit analisis dalam banyak model sosial, mikroekonomi, dan pemerintahan, dan menjadi bagian penting dalam ilmu ekonomi. Padahal, pernikahan itu bukanlah akhir. Justru adalah suatu proses awal di mana kamu akan menjalani sisa hidup bersama orang pilihanmu. 

Nah, dalam mengarungi rumah tangga banyak orang suka melakukan lima kesalahan ini. Padahal jika terus di biarkan hal ini bisa memicu permasalahan dalam rumah tangga dan bisa mengancam kelanggengan. Apa saja?

1. Tidak menjaga penampilan 
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Pernikahan, Bisa Fatal?

Dengan alasan karena sudah laku dan ada yang punya, kamu jadi tak menjaga penampilan seperti dulu saat masih pacaran. Apalagi jika sudah punya anak. Keinginan buat tampil menarik di depan pasangan sudah tak ada lagi. Padahal, ini bahaya sekali jika terus di lakukan.

Tak ada manusia yang tak menyukai pemandangan yang indah, karena memang manusia lemah di mata. Daripada pasangan melirik orang lain, bukankah lebih baik dia melirik ke arahmu jika rajin menjaga penampilan? Setidaknya dirimu memperhatikan kebersihan dan stamina tubuh.

2. Menyepelekan quality time berdua
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Pernikahan, Bisa Fatal?

Kalau sudah ada anak dalam rumah tangga, pemikirannya adalah anak harus selalu ikut kemana pun perginya. Alhasil, kamu dan pasangan jadi tak pernah ngobrol yang sifatnya intim dan berhubungan dengan diri masing-masing. Obrolannya selalu tentang anak, biaya hidup, dan lain sebagainya.

Kalau begini terus, pantas saja kamu merasa tak mengenal pasangan seiring berjalannya waktu. Karena waktu untuk quality time tak pernah di perhitungkan dan di adakan kembali. Padahal ini sifatnya penting lho, supaya tetap menjaga kehormonsian pasutri.

3. Tak melakukan seks secara optimal
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Pernikahan, Bisa Fatal?

Seks dalam pernikahan itu sangat penting. Sebagai rasa bentuk cinta kasih, seks itu juga merupakan bentuk pelepas stres setelah menjalani aktivitas seharian yang kadang membuatmu dan pasangan jadi pusing. Tapi, anehnya setelah menikah kamu jadi lalai untuk melayani pasangan dengan baik.

Padahal sebelum menikah suka tidak sabar dan mencuri kesempatan. Setelah sudah resmi malah permainan tak seenak dulu. Ayo, jangan kasih kendor! Bamgkitkan lagi gairah seks untuk pasangan. Karena ini juga yang bisa membuat pasangan jatuh cinta setiap hari sama kamu.

4. Memendam masalah supaya tidak bertengkar 
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Pernikahan, Bisa Fatal?

Memang tujuannya baik, mungkin kamu dan dia tidak ingin terlihat berargumen di depan buah hati. Tapi, setelah di simpan kemudian harus di utarakan dan di cari solusinya. Jangan biarkan terus mengendap dan akhirnya menumpuk dalam sanubari. Alhasil perkataanmu atau doi sering menyakiti hati.

Karena hati yang kebanyakan memendam masalah akan sakit. Output dari hati yang sakit adalah perkataan yang menyakitkan orang lain. Jadi, kalau ada masalah bicarakan berdua. Jangan di tunda dan akhirnya bisa meledak suatu hari nanti.

5. Melupakan nilai penghargaan 
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Pernikahan, Bisa Fatal?

Nilai yang memang rentan hilang dalam sebuah pernikahan adalah nilai penghargaan. Kalau bicara tentang penghargaan, ini aspeknya banyak sekali. Intinya adalah dirimu mampu menghargai dia sebagai pasangan. Contohnya tidak mengumbar aib dia di depan orang lain, tak suka memaki dirinya, dan sebagainya.

Pokoknya perlakukan dia sebagaimana kamu memperlakukan dia dahulu. Sulit? Tergantung kemauan. Jika memang mengedepankan gengsi, pasti akan sulit. Tapi kalau memang mau mempertahankan supaya langgeng dan bahagia, pasti bisa kamu lakukan.