Lima Cara yang Bisa Membuat Pasangan Jujur Tentang Dirinya

Lima Cara yang Bisa Membuat Pasangan Jujur Tentang Dirinya

Lima Cara yang Bisa Membuat Pasangan Jujur Tentang Dirinya – Kejujuran adalah segi karakter moral yang berkonotasi dengan sifat-sifat positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, keterusterangan, termasuk keterusterangan dalam berperilaku, serta tidak adanya kebohongan, kecurangan, pencurian, dll. Memiliki seseorang yang akan jadi kekasih bagi sebagian orang itu mudah. Karena memiliki banyak teman dan sikap yang mudah menarik perhatian banyak orang.

Kejujuran juga berarti dapat dipercaya, setia, adil, dan tulus. Tapi, bagi sebagian orang lainnya soal mencari pasangan itu bisa menjadi hal yang menyulitkan. Apalagi jika memiliki gebetan yang tidak mudah untuk dinilai atau diketahui karakter aslinya.

Jika menginginkan hubungan sesaat ini tak jadi masalah. Namun, kalau mau yang serius tentu jadi masalah. Berikut adalah lima cara yang bisa membuat gebetan atau pasangan jujur tentang dirinya.

1. Biarkan dia yang banyak bicara, kamu hanya perlu mendengar dan merespon 
Sulit Menilai Gebetan? 5 Cara Ini Bisa Buat Dia Jujur Tentang Dirinya

Seseorang itu pasti sangat suka berbicara dan di dengar kepada orang yang sudah nyaman buat dia. Nah, kalau mau membuat dia nyaman dan jujur, kamu harus membuat di rinya banyak bercerita dan di rimu hanya perlu merespon dan mendengar apa yang dia ceritakan.

Karena cerita satu akan saling terkoneksi dengan cerita-cerita lainnya. Maka, di rimu harus pandai dalam membuat dia nyaman dalam bercerita. Dengan begini, sikap dia dan karakter aslinya akan terbuka dengan sendirinya.

2. Jangan jadi pribadi yang tukang nge-judge
Sulit Menilai Gebetan? 5 Cara Ini Bisa Buat Dia Jujur Tentang Dirinya

Hal ini tidak berlaku kepada di rinya saja, melainkan ke manusia lainnya juga. Banyak orang salah anggapan, bahwa ketika tidak nge-judge, itu hanya berlaku sama orang yang dekat dengannya saja. Padahal sikap ini juga akan berpengaruh sama kepercayaan orang sekitar, termasuk pasangan untuk bercerita denganmu.

Jika kamu terus nge-judge orang lain atau dari kelompok tertentu, maka doi juga akan ragu menunjukkan sisi lain di rinya yang mungkin ingin dia sampaikan sama kamu. Kalau begini, tak heran pasangan akan terus memakai topeng dan di rimu hanya mengetahui sisi palsunya saja.

3. Ada di saat dia sedang sedih dan bahagia 
Sulit Menilai Gebetan? 5 Cara Ini Bisa Buat Dia Jujur Tentang Dirinya

Untuk membuat seseorang itu lebih jujur dan terbuka, di rimu harus ada saat dia sedang bahagia atau pun sedih. Karena di saat ini dia akan kesulitan menjaga image-nya.

Nah, di saat inilah kamu bisa menilai kira-kira seperti apa sih karakter dia sesungguhnya. Apakah sesuai dengan kondisi biasanya?

Kalau sudah mengetahui sikapnya saat bahagia dan sedih, maka dia pun akan lebih tak canggung lagi untuk menuangkan apa pun yang dia rasakan. Karena kamu benar-benar membuktikan selalu setia dalam setiap fase hidupnya.

4. Kamu pun tak canggung menceritakan masalahmu
Sulit Menilai Gebetan? 5 Cara Ini Bisa Buat Dia Jujur Tentang Dirinya

Ketika mengharapkan orang lain jujur dan terbuka, kadang di rimu perlu jadi yang pertama untuk jujur. Dalam sesi cerita sama dia, mungkin kamu bisa memulai tentang rahasia apa yang sebenarnya di miliki. Dengan begini, di rinya akan berpikir untuk sharing mengenai sesuatu yang privasi darinya.

Doi akan berpikir, kalau kamu saja mau bercerita masalah yang mungkin menjadi aibmu, di rinya pun tergerak untuk menunjukkan sisi lainnya juga. Nah, di saat inilah kamu dan dia benar-benar menunjukkan jati diri masing-masing.

5. Sediakan waktu untuk dirinya berpikir ketika ada masalah 
Sulit Menilai Gebetan? 5 Cara Ini Bisa Buat Dia Jujur Tentang Dirinya

Saat doi sedang ada masalah, sebagai orang terdekatnya kamu cenderung langsung ingin tahu. Tanpa melihat bahwa dia pun butuh waktu untuk mencerna masalahnya sendiri. Maka dari itu, berikan dia waktu untuk mencerna. Jangan langsung menginterogasi di rinya.

Hal ini berkaitan tentang self healing. Karena sebenarnya setiap orang itu tahu solusi masalahnya. Hanya saja dia perlu orang untuk mendengarkan. Daripada kamu tahu dari awal dan memberikan solusi yang tidak tepat untuknya.