Berikut Alasan Bahwa Perceraian Bukanlah Suatu Aib Bagi Diri Sendiri

Berikut Alasan Bahwa Perceraian Bukanlah Suatu Aib Bagi Diri Sendiri

Berikut Alasan Bahwa Perceraian Bukanlah Suatu Aib Bagi Diri Sendiri – Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian merupakan terputusnya hubungan antara suami istri, disebabkan oleh kegagalan suami atau istri dalam menjalankan obligasi peran masing-masing. Perceraian dipahami sebagai akhir dari ketidakstabilan perkawinan antara suami istri yang kemudian hidup terpisah dan diakui secara sah berdasarkan hukum yang berlaku.

Banyak pandangan yang keliru tentang pernikahan, pun, dengan perceraian. Banyak orang masih berpikiran bahwa pernikahan dan perceraian ada dalam kendali manusia sepenuhnya. Pandangan yang semakin memojokkan mereka yang masih sendiri dan juga mereka yang menelan pahitnya perceraian.

Berikut lima alasan yang bisa membuka kenyataan, bahwa sebuah perceraian juga adalah bagian dari takdir. Bagian kehidupan yang tidak dalam kendalimu. Jadi, perceraian bukan aib, bukan sesuatu yang merendahkan dirimu. Simak ulasannya.

1. Perpisahan sebagaimana terjadinya pertemuan, bukan dalam kendalimu
5 Alasan Perceraian Bukan Aib, Kamu Tak Pantas Menghakimi Diri Sendiri

Sebagaimana pertemuan yang tiba-tiba terjadi tanpa disengaja, perceraian pun tidak pernah ada dalam pikiranmu. Sebagaimana kamu memiliki pertimbangan sempurna untuk menikah, memilih perceraian pun, pasti sungguh berat untukmu. Seperti semua orang, kamu pun ingin kebahagiaan pernikahan yang sempurna.

Namun, lagi, sebagaimana sebuah pernikahan, perceraian selalu di luar kendalimu. Ada cerita yang berbeda menyapamu dalam perjalananmu menuju bahagia. Ya, perceraian terjadi sebagaimana pertemuan. Semua di luar kendalimu. Sekali lagi, perceraian bukan aib. Bukan hanya kamu yang mengalaminya, banyak orang pun menderita karenanya.

2. Pernikahan tentang dua jiwa dan dua harapan, bukan hanya tentang kamu seorang
5 Alasan Perceraian Bukan Aib, Kamu Tak Pantas Menghakimi Diri Sendiri

Ketika memutuskan menikah, kamu telah mempertimbangkan banyak hal. Pertimbangan kenyamanan, penerimaan keluarga, dan semua hal yang terkait dengan kalian berdua. Lagi, ini bukan tentang kamu saja, tapi pilihan kalian berdua.

Mewujudkan pernikahan yang bahagia, menuntut adanya kesetiaan pada komitmen yang sudah kalian bangun. Jika hanya kamu saja yang berjuang, jelas perjalanan pernikahan kalian akan berakhir lebih awal. Sekali lagi, ini bukan tentang kamu seorang.

3. Perpisahan bukanlah kesalahanmu
5 Alasan Perceraian Bukan Aib, Kamu Tak Pantas Menghakimi Diri Sendiri

Saat perpisahan ternyata benar-benar menjadi bagian dari takdirmu, kamu menemukan sosokmu yang ambruk tak berdaya. Kamu terpuruk oleh pikiranmu bahwa semua terjadi karena kesalahanmu. Kesalahan yang kamu buat sedari awal.

Kalimat-kalimat penyesalan mulai memenuhi isi kepalamu. Seluruh perjalanan yang sudah kamu lewati menjadi dosa yang tak pantas kamu dapatkan. Namun, sekali lagi coba tanyakan pada dirimu. Adakah manusia yang hidupnya benar-benar sempurna?

Jangan pernah bandingkan kesedihanmu dengan kebahagiaan orang lain. Itu perbandingan yang tidak sepadan. Jika saat ini kamu menjalani takdir yang pahit, tidak berarti itu kesalahanmu. Ini adalah prosesmu menemukan kehidupan yang jauh lebih baik.

4. Perpisahan tak berarti kamu sepenuhnya gagal
5 Alasan Perceraian Bukan Aib, Kamu Tak Pantas Menghakimi Diri Sendiri

Pernikahan atau perceraian bukan simbol kesuksesan atau kegagalan. Pernikahan atau perpisahan adalah bagian dari skenario takdir. Manusia hanya punya kekuatan untuk menerima dan menjalani.

Banyak yang berbahagia saat melihatmu menikah dan banyak yang simpati saat kamu memilih perceraiaan. Dua fase kehidupan yang tidak bisa dikendalikan jika sudah terkait dengan takdir. Sekali lagi, kamu harus membuka mata. Tatap kenyataan yang ada bahwa fase ini adalah bagian dari takdir, bukan kegagalanmu!

5. Perpisahan bisa jadi awal untuk harapan baru
5 Alasan Perceraian Bukan Aib, Kamu Tak Pantas Menghakimi Diri Sendiri

Sebagaimana saat masih sendiri, kamu memimpikan sebuah pertemuan indah dengan sang belahan jiwa. Kemudian perpisahan kembali membawamu pada situasi yang sama. Perpisahan menjadi tanda kamu harus melangkah dengan harapan baru.

Perpisahan tidak pernah berarti kehidupanmu berakhir di sana. Sebaliknya, kamu punya kesempatan untuk harapan baru. Harapan baru untuk kebahagiaan yang lebih sempurna setelah perpisahan mengajarkan banyak pelajaran berharga.

Kamu selalu istimewa. Kamu sudah menjadi pencinta sejati. Perpisahan adalah bagian dari takdir, untuk membawamu pada hari yang lebih sempurna, bersama dengan seseorang yang jauh lebih sempurna. Cintai dirimu dan sadari kamu punya banyak hal istimewa. Kamu wajib bahagia.

Terdapat beberapa faktor utama yang biasa menjadi penyebab perceraian, yakni faktor ketidakharmonisan, tidak ada tanggung jawab, faktor ekonomi, faktor moral. Selain beberapa faktor tersebut ada faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya perceraian seperti cemburu, krisis, poligami tidak sehat, dipenjara, kawin paksa, penganiayaan (kekerasan dalam rumah tangga), dan cacat biologis, seringkali juga muncul sebagai penyebab perceraian.

Akibat perceraian adalah suami-istri hidup sendiri-sendiri, suami atau istri dapat bebas menikah lagi dengan orang lain. Perceraian membawa konsekuensi yuridis yang berhubungan dengan status suami, istri dan anak serta terhadap harta kekayaannya.

Dengan adanya perceraian akan menghilangkan harapan untuk mempunyai keturunan yang dapat dipertanggungjawabkan perkembangan masa depannya. Perceraian mengakibatkan kesepian dalam hidup, karena kehilangan pasangan hidup, karena setiap orang tentunya mempunyai cita-cita supaya mendapatkan pasangan hidup yang abadi.