Beberapa Langkah Membuat Hidup Lebih Bahagia Setelah Patah Hati

Beberapa Langkah Membuat Hidup Lebih Bahagia Setelah Patah Hati

Beberapa Langkah Membuat Hidup Lebih Bahagia Setelah Patah Hati – Patah hati adalah metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang di rasakan seseorang setelah kehilangan orang yang di cintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

Putus dari orang yang kamu sayangi selama ini, tentu menjadi hal yang menyedihkan. Kamu harus melepaskan dia karena suatu alasan terbaru yang gak bisa lagi di pertahankan. Pasalnya, bertahan pun gak menjamin hidupmu bahagia.

Melewati kesedihan di awal-awal putus memang wajar, tapi seterusnya jangan dilakukan lagi. Kamu harus bangun dan bahagia setelahnya. Nah, biar kamu lebih bahagia setelah melewati fase menyedihkan tersebut, maka lakukan beberapa langkah di bawah ini.

1. Curhat pada orang terdekatmu
5 Langkah Mudah Menjadi Sosok yang Lebih Bahagia setelah Putus Cinta

Guna membuat hati dan pikiranmu menjadi lebih lega dengan melepaskan beban yang ada, maka cobalah untuk mencurahkan seluruhnya pada orang terdekatmu. Kamu bisa menceritakan bagaimana awak permasalahannya sampai menimbulkan perpisahan seperti sekarang.

Bahkan, kamu juga bisa menceritakan semuanya sembari menangis karena itu perlu. Gak perlu menahannya, kamu perlu mengeluarkan emosimu secara tuntas. Seseorang yang mendengarkan ceritamu pun akan mengerti dengan yang kamu rasakan.

2. Bersenang-senang sesuka yang kamu mau
5 Langkah Mudah Menjadi Sosok yang Lebih Bahagia setelah Putus Cinta

Setelah meluapkan segala beban, emosi dan hal-hal lainnya, mulai sekarang lakukanlah aktivitas yang menyenangkan. Kamu bisa memulainya dari melakukan hobi, pergi jalan-jalan, maupun makan makanan yang kamu sukai dalam jumlah banyak.

Semua hal yang kamu suka bisa kamu lakukan tanpa memikirkan apa pun. Percayalah setelah kamu bisa bersenang-senang, hatimu akan jauh lebih baik.

3. Menghapus semua kenangan bersama
5 Langkah Mudah Menjadi Sosok yang Lebih Bahagia setelah Putus Cinta

Kenangan memang gak bisa di lupakan begitu saja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan menghapus semua kenangan yang ada. Misalkan foto atau video kalian dulu, barang yang pernah dia belikan, dan segala hal tentangnya yang masih kamu simpan.

Bahkan, kamu juga bisa menghapus nomornya jika itu membuatmu tenang. Menghapus semua yang ada dapat memberikan kelegaan dalam hatimu. Gak ada suatu hal yang mengingatkanmu tentangnya.

4. Belajar menerima dengan bersikap realistis
5 Langkah Mudah Menjadi Sosok yang Lebih Bahagia setelah Putus Cinta

Langkah keempat adalah menerima semua kenyataan ini dalam hidupmu. Jangan ada lagi kata “seandainya” setelah kamu putus dari dia. Pikirkan hal yang realistis. Ingat, berakhirnya hubungan kalian memang karena gak bisa di satukan kembali.

Kamu harus bisa move on dan jadilah dirimu sendiri seperti saat belum mengenalnya. Lupakan semua yang telah terjadi dulu dengan tidak stalking atau ingin menemuinya lagi. Cerita asmaramu sudah selesai sampai sini.

5. Jangan biarkan dirimu sendirian
5 Langkah Mudah Menjadi Sosok yang Lebih Bahagia setelah Putus Cinta

Selepas putus cinta dan menangisi semua yang terjadi, maka selanjutnya adalah mencari kesibukan. Jangan ada satu hati, atau jam pun yang membuatmu sendirian dan melamun karena itu akan membuat dirimu membayangkan kisahmu yang telah lewat.

Menyibukkan diri di nilai ampuh membuatmu lepas dari kesedihan. Kamu gak akan sempat mengingat dirinya lagi.

Inti dari melupakan dan hidup bahagia setelah putus cinta itu cukup mudah kalau kamu tahu cara pastinya. Jangan mengingatnya lagi dan mulai terapkan langkah di atas. Kamu juga bisa membuka hati untuk seseorang yang baru.

Patah hati biasanya di kaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan hidup, meski kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang di cintai atau teman dekat bisa “mematahkan hati seseorang”, dan sering di alami ketika sedih dan merasa kehilangan.

Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang di rasakan seseorang di dada sebagai dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula perpanjangannya yang meliputi trauma emosional ketika perasaan tersebut tidak di alami sebagai wujud sakit somatik.