Beberapa Hal Wajar yang Dirasakan Oleh Korban Perselingkuhan

Beberapa Hal Wajar yang Dirasakan Oleh Korban Perselingkuhan

Beberapa Hal Wajar yang Dirasakan Oleh Korban Perselingkuhan – Perselingkuhan adalah hubungan seksual atau aktivitas-aktivitas seksual lainnya yang dilakukan individu yang sudah menikah dengan orang lain yang bukan suami atau istrinya. Walaupun demikian, pengertian “berselingkuh” dapat berbeda tergantung negara, agama, dan budaya.

Pada zaman sekarang, istilah perselingkuhan digunakan juga untuk menyatakan hubungan yang tidak setia dalam pacaran. Perselingkuhan dapat diartikan sebagai zina bila telah terjadi persetubuhan diantara pelaku perselingkuhan. Pasangan mana yang menginginkan kisah asmaranya karam begitu saja padahal sudah dibangun cukup lama? Jika gak ada permasalahan, rasanya gak mungkin jika sepasang kekasih sepakat untuk berpisah.

Sesakit-sakitnya perpisahan, biasanya kisah perselingkuhan memiliki lukanya tersendiri. Gak sedikit orang yang bahkan kehilangan dirinya sendiri usai mengalami pahitnya kisah perselingkuhan. Sering merasa emosimu berlebihan, nyatanya lima hal ini wajar kamu rasakan usai jadi korban perselingkuhan.

1. Marah dan sulit menerima kenyataan
5 Hal yang Kamu Rasakan Usai Jadi Korban Perselingkuhan

Hati pasangan mana yang gak teriris saat mengetahui kekasihnya menjalin hubungan dengan orang lain di belakangnya? Mungkin rasa ‘sakit’ saja gak cukup untuk menjelaskan suasana hatinya. Terlebih jika kamu dan pasanganmu sudah menjalin hubungan yang terbilang cukup serius.

Marah dan sulit menerima kenyataan adalah emosi yang wajar saat kamu menjadi korban perselingkuhan. Dengan catatan emosi itu hanya timbul sesaat dan memudar seiring berjalannya waktu. Hal tersebut menjadi gak wajar jika rentang berlangsungnya bukan lagi hitungan hari atau bulan.

Jika kamu masih merasa sulit menerima kenyataan padahal kisah tersebut sudah terjadi setahun ke belakang, itu tandanya kamu perlu penanganan dari profesional. Jangan sampai kamu mendiamkan traumamu hingga menjadi dendam dan merusak diri sendiri.

2. Kehilangan rasa percaya diri
5 Hal yang Kamu Rasakan Usai Jadi Korban Perselingkuhan

Wajar jika usai menjadi korban perselingkuhan kamu merasa kurang percaya diri. Kamu pasti beranggapan bahwa pasanganmu berpaling darimu karena kamu kurang dan gak pantas untuk dicintai. Pertanyaan-pertanyaan mengapa kamu di duakan pasti akan menghantuimu sepanjang hari usai menjadi korban perselingkuhan.

Sebelum kamu larut dalam kesedihan gak berujung, ingatlah bahwa saat pasanganmu berselingkuh itu bukan berarti ada yang kurang dari dirimu. Seorang yang memang punya sifat gak pernah puas pasti gak akan merasa cukup meskipun di bersamai kamu yang hampir sempurna sekalipun.

Ingatlah bahwa perbuatan buruk pasanganmu gak semuanya berasal dari kesalahanmu. Meski begitu, kamu pun juga harus introspeksi diri dan gak pernah berhenti menjadi orang yang lebih baik lagi.

3. Menjadi orang yang sulit percaya kepada orang lain
5 Hal yang Kamu Rasakan Usai Jadi Korban Perselingkuhan

Bagaimana bisa kamu gampang percaya kepada orang lain sementara kamu pernah di kecewakan oleh orang yang paling kamu cintai? Usai kejadian pahit itu pasti kamu akan beranggapan bahwa gak ada manusia yang bisa kamu percaya di muka Bumi ini. Tidak apa-apa, kok, hal tersebut adalah emosi wajar usai patah hati dan tersakiti.

Seiring berjalannya waktu kamu juga akan punya rasa percaya lagi. Rasa sakit kemarin pasti sedikit banyaknya membuatmu lebih selektif memberi rasa percaya dan itu bukan hal yang salah. Hanya saja kamu juga harus ingat bahwa di antara banyaknya manusia yang berniat memanfaatkanmu pasti masih ada orang tulus yang benar-benar menyayangimu sepenuh hati.

4. Gampang curiga terlebih kepada orang yang baik padamu
5 Hal yang Kamu Rasakan Usai Jadi Korban Perselingkuhan

Usai jadi korban perselingkuhan kamu biasanya akan memiliki trust issue. Bukan cuma keburukan orang lain, kebaikan orang lain pun akan kamu tangkap dengan arti yang berbeda. Gak jarang kamu justru curiga kepada orang yang terlalu baik padamu karena kamu merasa mereka mungkin hanya ingin memanfaatkanmu.

Wajar kamu rasakan, tetapi jika hal ini membuatmu merasa sulit hidup dengan tenang ada baiknya kamu jangan menyepelekannya. Mungkin rasa sakit kemarin membuatmu membangun stigma yang salah dalam pikiranmu.

Kamu lupa bahwa orang yang baik tanpa alasan itu masih ada di sekelilingmu. Kalau rasa curiga berlebihan ini terus kamu biarkan, hal semacam ini justru bisa menjadi toksik bagi dirimu sendiri. Yuk, healing pelan-pelan!

5. Enggan membuka hati kepada orang baru
5 Hal yang Kamu Rasakan Usai Jadi Korban Perselingkuhan

Saat kisah asmaramu kandas karena perselingkuhan, wajar rasanya jika sekarang masalah percintaan gak terlalu menarik lagi bagimu. Dulunya mungkin kamu sudah memberikan hati dan percayamu sepenuhnya, tetapi pasanganmu justru menoreh luka luar biasa. Hal tersebut membuat ekpetasimu tentang percintaan bukan lagi tentang yang indah-indah dan cerita bahagia.

Gak salah, kok, kalau sekarang kamu lebih selektif dalam membuka hati dan menjalin pertemanan. Lagipula hati yang sakit memang perlu pemulihan yang gak sebentar. Lebih baik kamu sembuhkan dulu sisa trauma yang masih tersisa pada dirimu, nantinya hatimu juga akan terbuka dengan sendirinya saat kamu bertemu dengan orang yang tepat.

Drama perselingkuhan dalam hidup sendiri memang gak kalah menyakitkan dari sinetron di televisi. Gak ada yang berlebihan, emosi-emosi sesaat yang kamu luapkan adalah tanda bahwa perasaanmu masih berfungsi dengan baik. Namun, setelah menikmati kesedihan, jangan lupa untuk kembali melanjutkan kehidupan, ya! Kebahagiaan hidup yang lain sedang menantimu di depan sana, pelan-pelan cobalah melangkah kembali.

Semua orang pasti merasa marah ketika tahu di khianati. Namun kenapa rasa malu bisa muncul? Rasa malu muncul sebagai akibat perasaan terhina dan di rendahkan, seolah-olah perselingkuhan terjadi karena kesalahan korban sendiri. Padahal seharusnya yang merasa malu adalah orang yang berselingkuh, bukan?

Namun beberapa orang mulai mawas diri dan melihat apakah ada yang salah dengan diri mereka ketika pasangan mereka berselingkuh. Secara tak sadar, kemungkinan mereka akan mencari-cari kesalahan dalam diri mereka sendiri untuk menjelaskan mengapa pasangan berselingkuh. Hal inilah yang kemudian memunculkan rasa malu.